Translate

Sabtu, 18 April 2015

BAGIMANA BURUNG TERBANG?

Ini dari sisi biloginya:

Burung punya tulang dan susunan kerangka yang ringan
Burung punya otot yang kuat buat ngontrol sayapnya
Burung punya tulang yang jauh lebih ringan dari kebanyakan makhluk yang ada (salah satu yang paling penting buat terbang adalah menjadi ringan)
Tulang paling besar dan paling berat di burung ada di dada dan bahu, agar sayapnya kuat

Dari sisi fisikanya adalah:

"Tekanan udara di atas permukaan suatu benda tekanannya harus lebih kecil daripada di bagian bawahnya" (Bernoulli). Ini yang bikin burung bisa melayang di udara. Airfoil nya si burung seperti itu. Tekanan di atasnya lebih kecil daripada di bawah, makanya burung bisa terbang...
kecepatan juga salah satu faktor yang bisa bikin si burung bisa terbang, tambah cepet gerakannya maka si burung terbangnya bisa makin tinggi. Cara mempercepat ya dengan mengepakkan sayap lebih cepat...
Waktu terbang burung butuh banyak oksigen. Ini didukung sama alat pernapasannya, Trakea. Burung memiliki sistem kerja jantungnya yang hebat. Kalo dalam 1 menit rata2 jantung manusia cuma berdetak 60-90 kali aja, burung bisa sampe 1000 kali per menit! Inget ya jantung itu buat memompa darah yang di dalamnya ada oksigen juga.


Bagaimana cara burung terbang?

Sayap burung berbentuk airfoil, sehingga udara yang mengalir pada bagian atas sayap burung lebih cepat dari pada yang di bawah sehingga tekanan diatas lebih rendah dari tekanan dibawah sayap. Burung terbang dengan cara mengepakan sayapnya. Saat sayap burung di kepakan, udara akan di dorong kebawah. Dorongan kebawah akan menghasilkan gaya yang berlawanan sehingga mengangkat tubuh burung keatas. Untuk mengendalikan gerakan baik menukik, membelok, burung menggunakan ekornya.
Saat bulu sayap terentang luas saat burung terbang, wilayah permukaan meluas dan daya angkat pun meningkat. Ketika burung mengepakkan sayapnya ke bawah, bulu-bulu ini saling mendekat dan mencegah udara melewatinya. Ketika sayap mengangkat ke atas, bulu-bulu itu terbuka lebar dan membiarkan udara melewatinya.

Gaya dorong (trust) untuk menambah kecepatan juga dihasilkan dari mengepakan sayapnya. Gaya dorong juga didapat saat burung mengembangkan kedua sayapnya, karena bulu burung yang berada pada pagian paling ujung sayapnya bisa berfungsi seperti propeler pesawat terbang. Selain itu untuk mengambang di udara burung memanfaatkan pergerakan udara keatas akibat perbedaan temperatur (thermal). Jadi burung dapat menghemat tenaganya dengan hal-hal tersebut.

Untuk mendarat burung mulai memperlambat kepakan sayapnya dan melebarkan sayapnya (mifip flap pada sayap pesawat) sehingga gaya angkat lebih besar, bulu ekor pun dikembangkan yang berfungsi sebagai rem yang memungkinkan burungpun bisa mendarat lebih lembut.

Diambila dari tanya jawab (www.google.co.id)

Jumat, 17 April 2015

FAKTA SEKITAR PERISTIWA PROKLAMASI 17 AGUSTUS 1945

TRIBUNNEWS.COM - Dibanding negara lain, barangkali kemeriahan upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, tidak ada apa-apanya. Ikrar kemerdekaan Bangsa Indonesia, dibacakan dalam kondisi prihatin dan sangat sederhana. Meski begitu, tidak seperti negara lain, kemerdekaan Bangsa Indonesia diperoleh atas perjuangan sendiri, bukan pemberian bangsa lain. Banyak cerita uniknya, Inilah beberapa di antaranya:
- Bung Karno sakit dan tidak berpuasa
Meski Bulan Ramadan, saat itu Bung Karno tidak berpuasa, karena sakit akibat gejala malaria tertiana. Pada pagi hari 17 Agustus 1945, Bung Karno dibangunkan dr Soeharto, dan mengeluhkan badannya greges-greges. Bung Karno kemudian disuntik dan minum obat. Setelah itu, ia tidur lagi dan baru bangun pada pukul 09.00 WIB. Setelah membacakan teks proklamasi pada pukul 10.10 WIB, Bung Karno kembali masuk kamar untuk beristirahat.
- Bisa lebih dari dua proklamator
Sebenarnya Indonesia bisa punya lebih dari dua proklamator (Bung Karno dan Bung Hatta). Usai penyusunan naskah Proklamasi di rumah Laksamana Maeda, Jalan Imam Bonjol No 1 Jakarta, Bung Hatta mengusulkan agar semua yang menghadiri rapat, ikut menandatangani teks proklamasi.
Tapi, usul itu ditolak Soekarni. Bung Hatta hanya bisa menggerutu, karena melihat teman-temannya tidak mau ikut 'membuat sejarah'. Mereka yang hadir saat itu antara lain Bung Hatta, Bung Karno, Soekarni, Achmad Soebardjo, dan Sajuti Melik.
- Bendera dari kain seprai
Sebelum 16 Agustus 1945, Fatmawati, istri Bung Karno, sebenarnya sudah membuat bendera merah putih. Tapi, bendera itu dianggap terlalu kecil, karena panjangnya hanya 50 cm.
Fatmawati lalu membongkar lemarinya, dan menemukan selembar kain seprai putih, tapi tidak ada kain merah. Lalu, seorang pemuda bernama Lukas Kastaryo berkeliling dan mendapatkan kain merah milik penjual soto. Kain tersebut dibeli dan diberikan ke Fatmawati. Bendera baru berukuran 276x200 cm itupun dikibarkan pada 17 Agustus 1945, di tiang bambu sederhana.
- Teks proklamasi hilang
Setelah membacakan teks proklamasi, Bung Karno membuang secarik kertas teks bersejarah, ke tong sampah. Beruntung, wartawan BM Diah memungutnya kembali. Tapi, sempat beredar kabar dokumen penting itu hilang.
BM Diah menyimpan rapi dokumen itu, hingga baru menyerahkannya ke pemerintah pada 29 Mei 1992. Artinya, dokumen berisi teks proklamasi sempat menghilang selama 46 tahun 9 bulan 19 hari.  

- Negatif film disimpan di bawah pohon
Upacara proklamasi diabadikan oleh fotografer Frans Mendoer. Begitu upacara selesai, Frans didatangi tentara Jepang yang ingin merampas negatif film. Frans berbohong dengan mengatakan negatifnya sudah diserahkan ke Barisan Pelopor. Padahal, negatif film momen penting itu ia tanam di bawah pohon di halaman kantor Asia Raja. Andai negatif film tersebut sempat dirampas Jepang. Tentu kita tidak akan pernah bisa melihat momen dramatis peristiwa proklamasi yang menentukan perjalanan sejarah BangsaIndonesia. (*)  Sumber Tribun News.com 21 Agustus 2013

Awal Mula Papan Ketik Memakai "QWERTY"

SEBAGAI salah satu bagian sejarah panjang umat manusia, menulis telah menjadi alat komunikasi tersendiri yang penting untuk dipelajari orang-orang. Itulah yang menginovasi orang-orang untuk membuat mesin ketik atau yang kita kenal sebagai keyboardpada zaman sekarang. Mengapa keyboard yang kita gunakan punya susunan alfabet tidak teratur dan menggunakan sistem qwerty? bukannya susunan alfabet yang seperti biasa? Semua berawal pada era 1860 saat keyboard pada mesin tik memiliki bentuk yang sangat kasar dan bekerja secara mekanik. Awalnya, keyboard di mesin ketik punya susunan huruf sesuai alfabet dengan menempatkan huruf-huruf tersebut pada dua baris berurutan. Bagi sebagian besar orang pada zaman itu, susunan tersebut memang terlihat masuk akal. Dengan cara itu, seorang pengetik dapat lebih mudah beradaptasi dengan mesin baru tersebut dan cepat menemukan huruf yang akan dipilih. Namun, rupanya susunan seperti itu menimbulkan masalah cukup fatal pada mesin ketik. Mesin ketik, yang saat itu menggunakan tuas dan per mekanik untuk mencetak huruf pada pita tinta di atas kertas, sering kali macet sehingga banyak pekerjaan yang tertunda. Penyebabnya adalah susunan alfabetis masa itu membuat tuas-tuas yang berdekatan atau bersebelahan saling bertabrakan ketika dipencet terlalu cepat. Setelah mengalami berbagai modifikasi yang tidak juga berhasil, barulah pada 1868, seorang politikus dan penemu amatir asal Amerika Serikat, Christopher Latham Sholes, mengenalkan susunan keyboard baru untuk mengatasi kemacetan saat mengetik, yaitu sistem qwerty. Sistem tersebut berhasil mengurangi kemungkinan macetnya mesin ketik. Sayangnya, di sisi lain, sistem itu memperlambat pengetikan para pekerja. Tentu saja, sebagian besar orang sempat mengeluhkannya. Dua tahun kemudian, susunan keyboard qwerty resmi menjadi standar keyboard pada mesin ketik pertama produksi E. Remington & Sons yang bernama Remington 1. Produk tersebut kurang laku lantaran minat orang menggunakan mesin ketik belum tinggi. Barulah empat tahun kemudian, produk baru bernama Remington 2mendapat sambutan yang sangat baik dan akhirnya mampu memopulerkan keyboard hingga zaman sekarang. Menurut para ilmuwan dari British dan Amerika yang ditulis di learning-mind.com, sistem qwerty bisa memperlambat kinerja pengetikan seseorang karena pengaruh otak. Sebagian besar orang lebih mudah dan cepat menuliskan kata di bagian kanan jika dibandingkan dengan sebelah kiri. Bahkan, menurut buku International Encyclopedia of Ergonomics and Human Factors, 80 persen manusia di dunia adalah pengguna tangan kanan. Sayangnya, sebagian besar kata-kata di dunia diketik di bagian kiri keyboard. Dalam bahasa Inggris saja, 57 persen kata-katanya ditulis di sebelah kiri. Namun, semua bergantung pada bahasa apa yang digunakan. Karena itulah, tantangan zaman sekarang berbeda dengan zaman dulu ketika kita memakai keyboard. Jika dulu tantangannya adalah mengetik tidak terlalu cepat, sekarang mengetik cepat dengan sistem yang rumit tersebut menjadi tantangannya. (bgv/c14/abr) sumber dari JPNN.com 11 Februari 2015